MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM 2
"PENGEMBANGAN KOMUNIKASI /
COMUNICATION"
Disusun Oleh :
Neng Detty Agustine 15115025
2KA11
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
1
KATA
PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam saya sampaikan ke
hadiran Tuhan Yang Maha Esa dan Pemurah, karena berkat izin-Nya makalah ini
dapat terselesaikan sesuai harapan. Dalam makalah ini saya membahas tentang
“Komunikasi/ Comunication”, suatu kegiatan yang biasa kita lakukan di kehidupan
sehari-hari.
Makalah
ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas Teori Organisasi Umum 2, bagaimana
komunikasi adalah hal sangat krusial dan sangat menunjang kegiatan organisasi
didalamnya. Maka dengan makalah yang saya buat semoga bermanfaat.
Jakarta,
15 Oktober 2016
Penyusun
2
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL 1
KATA PENGANTAR 2
BAB
I PENDAHULUAN 4
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Rumusan Masalah 4
1.3 Tujuan 4
BAB
II TEORI 5
2.1 Landasan Teori 5
2.1.1 Pengertian Dan
Arti Komunikasi 5
2.1.2 Jenis Dan Proses
Komunikasi 5
BAB
III STUDI KASUS 6
3.1 Contoh Kasus 6
BAB
IV PENUTUP 7
4.1 Kesimpulan 7
SUMBER
PUSTAKA
3
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Latar
belakang pembuatan makalah ini adalah salah satu pemenuhan tugas harian mata
kuliah Teori Organisasi Umum 2, yang membahas tentang Komunikasi dalam
berorganisasi.
1.2
Rumusan Masalah
Makalah ini membahas tentang “Pengembangan
Komunikasi / Comunication”. Bagaimana kita melakukan komunikasi yang baik antar
sesama dalam organisasi, baik itu kepada atasan maupun sesama kayawan lainnya,
agar pesan informasi yang kita berikan atau dapatkan sama dan actual.
1.3
Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk
memahami atau memperdalam bagaimana pentingnya berkomunikasi dalam
berorganisasi untuk mendapatkan perintah maupun berita yang efektif dan efisien
serta menghindari adanya miss/kesalahan penangkapan arti informasi dalam
berkomunikasi.
4
BAB II : TEORI
2.1
Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Dan Arti Komunikasi
Komunikasi adalah proses dimana orang yang
bekerja dalam organisasi saling
mentransmisikan
informasi dan menginterpretasikan artinya.
Yang terpenting
dalam komunikasi da;am sebuah organisasi adalah harus efektif
dan efisien.
Efektif bila artian
yang dimaksud oleh pengirim berita dan artian yang ditangkap
oleh penerima itu
sama dan satu. Sedangkan efisien bila biayanya minimum
berdasarkan sumber daya
yang dimanfaarkan.
Komunikasi yang
efektif sangat penting bagi manajer untuk proses fungsi
manajemen seperti
Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian),
Leadership
(kepemimpinan), dan Controlling (pengendalian) agar dapat dicapai.
Komunikasi busa saja
terganggu oleh beberapa sebab berikut :
a. Masalah semantik / arti kata,
b. Tak adanya umpan balik,
c. Saluran komunikasi,
d. Gangguan fisik,
e. Perbedaan budaya dan status.
Adapun
pedoman untuk mendapatkan komunikasi yang baik secara efektif antara lain yaitu
bahwa seseorang harus mendengarkan secara aktif, usahakan memberikan umpan
balik, langsung pada masalah, dan menggambarkan situasi secara meringkas.
Proses
komunikasi memungkinkan para manajer menjalankan tanggung jawabnya dan
informasi harus dikomunikasikan kepada para manajer sebagai dasar pembuatan
keputusan dalam pembuatan fungsi manajer baik secara lisan maupun tulisan.
2.1.2 Jenis Dan Proses Komunikasi
Komunikasi
dibagi dalam beberapa jenis, yaitu :
1. Komunikasi Lisan
a. Komunikasi Lisan secara langsung
: komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka
tanpa adanya alat perantara.
b. Komunikasi Lisan yang tidak
secara langsung : komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan perantara.
Contoh : Handphone atau telepon.
2. Komunikasi Tulisan
Komunikasi tulisan : komunikasi
yang dilakukan dengan perantara tulisan tanpa adanya pembicaraan secara
langsung menggunakan bahasa singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh si
penerima. Contohnya adalah surat.
Adapun jenis komunikasi dalam organisasi antara lain
:
a. Komunikasi Formal vs Informal
Komunikasi formal adalah
komunikasi yang mengikuti rantai komando yang dicapai oleh hirarki wewenang.
Sedangkan dalam informal adalah komunikasi yang terjadi diluar pekerjaan dan
tidak mengikuti jirarki wewenang.
b. Komunikasi ke bawah vs ke atas vs
lateral
Komunikasi kebawah mengalir dari
peringkat atas ke bawah dalam hirarki. Komunikasi ke atas adalah berita yang
mengalir dari peringkat bawah ke atas. Komunikasi lateral adalah sejajar antara
mereka yang berada satu tingkat wewenang.
c. Komunikasi satu arah dan dua arah
Komunikasi satu arah, pengirim
berita berkomunikasi tanpa meminta umpan balik, sedangkan dua arah adalah
penerima dapat memberi umpan balik.1
5
BAB
III : STUDI KASUS
3.1 Contoh Kasus
PT Sumber Daya Sentosa , bergerak dalam bidang otomotif,
mengalami permasalahan antara perusahaan dengan karyawan. Permasalahan
ini terjadi yang disebabkan oleh adanya miss communication
antara atasan dengan karyawannya. Adanya perubahan kebijakan dalam
perusahaan mengenai penghitungan gaji atau upah kerja karyawan, namun
pihak perusahaan belum memberitahukan para karyawan,
sehingga karyawan merasa diperlakukan semena-mena oleh pihak
perusahaan. Para karyawan mengambil tindakan yaitu dengan
mendemo perusahaan, Namun tindakan ini berujung pada PHKbesar-besaran
yang dilakukan oleh perusahaan.
Perusahaan manapun pasti
pernah mengalami permasalahan internal. Mulai dari
tingkat individu, kelompok, sampai unit. .Mulai dari derajat dan
lingkup permasalahan yang kecil sampai yang besar. Yang relatif
kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi antarkaryawan, sampai
yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di
kalangan manajemen.
Contoh lainnya dari permasalahan yang relatif
besar yakni antara karyawan dan manajemen. Secara kasat mata kita bisa
ikuti berita sehari-hari di berbagai media.
Disitu tampak permasalahan dalam bentuk demonstrasi
danpemogokan. Apakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi,
kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan
hak asasi manusia karyawan.
Penjelasan kasus :
Didalam hubungan komunikasi di suatu lingkungan kerja atau
perusahaan antara individu akan sering
terjadi. Permasalahan yang sering terjadi biasanya adalah karena
masalah kominikasi yang kurang baik. Sehingga cara mengatasimasalah dalam
perusahaan harus benar-benar dipahami management inti dari
perusahaan, untuk meminimalisir dampak yang timbul. Permasalahan atau
konflik yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan yang
terjadi karena masalah komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan
dengan system yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara
atasan dan bawahan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya
mogok kerja, bahkan demo.
Sehingga untuk mensiasati masalah ini bias dilakukan dengan
berbagai cara:
1. Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar
tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi. Misalnya, dengan
membuat papan pengumungan atau pengumuman melalui loudspeaker.
2. Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan
menjadi lancer dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat
rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan
mengurangi masalah di lapangan.
3. Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan
karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru
bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam
hal komunikasi Biasanya masalah timbul karena lingkungan yang kurang
kondusif di suatu perusahaan. Misalnya, kondisi cahaya yang kurang, atau
sirkulasi yangkurang baik, dan temperature ruangan yang tinggi sangat
mungkin untuk meningkatkan emosi seseorang, jadi kondisi dari
lingkungan juga harus di perhatikan..2
6
BAB IV : PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas kita dapat mengambil kedimpulan bahwa
pelaksanaan komunikasi dalam organisasi sangatlah penting untuk membentuk
organisasi yang sukses dan transparan. Untuk mencapai komunikasi yang baik juga
diperlukan adanya timbal balik serta si pendengar haruslah aktif mengkap artian
informasi agar terhindar dari miss communication atau salah penangkapan artian.
Hindari komunikasi yang bertele-tele dan harus langsung pada
inti permasalahannya.
Komunikasi yang tidak efektif dan efisien akan berdampak pada
pengambilan keputusan yang sembarangan serta tidak bertanggung jawab.
7
SUMBER PUSTAKA
1. Diktat
Kuliah “Teoru Organisasi Umum 2”, Heru Purnomo. SE ,MM, Fakultas Teknologi
Informasi Universitas Gunadarma, 2016.
2. http://larasdewilaras.blogspot.co.id/2015/10/contoh-kasus-komunikasi-dalam-dunia.html
(diakses pada 15 Oktober 2016).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar